Good Contents Are Everywhere, But Here, We Deliver The Best of The Best.Please Hold on!
Data is Loading...
Your address will show here +12 34 56 78
AQIQAH

Aqiqah berasal dari bahasa Arab ‘aqiiqah, yang artinya menyembelih hewan. Aqiqah merupakan ibadah seorang hamba kepada Allah swt. sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran buah hati. Bagi orang tua yang akan beraqiqah, ada baiknya mengetahui lebih dulu ketentuan apa saja yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Landasan Aqiqah

  1. Al-Jauhari mengatakan, aqiqah adalah menyembelih hewan dan mencukur rambut (dari Ibnul Qayyim Tuhfatul-Maudud bi-Ahkaamil-Maulud, hal 35-36, tahqiq: Abdul Mun’im Al-‘Aany; Daarul Kutub Al-Ilmiyyah; Cet.1/1403, Beirut).

  2. Secara syar’i, aqiqah adalah menyembelih hewan sebagai rasa syukur dan takwa seorang hamba kepada Allah swt. atas lahirnya buah hati (Sahih Fiqhis-Sunah oleh Abu Malik Kamal bin Syayid Salim, 2/380; Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, Cairo).

Hukum Aqiqah

Jumhur ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah itu sunah muakadah, sunah yang dianjurkan bagi yang mempunyai kelapangan rezeki. Sesuai sabda Rasulullah saw., “Barang siapa di antara kalian yang ingin menyembelih bagi anaknya, maka silakan lakukan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasai dengan sanad Hasan)

 

Makna Aqiqah

Allah Swt. memerintahkan ibadah untuk dilakukan bukannya tanpa hikmah. Begitu pun aqiqah, mempunyai beberapa makna yang dapat diambil. Pertama, aqiqah merupakan pengenalan tauhid pertama kali kepada anak ketika hendak menyembelih hewan. Kedua, dalam sebuah hadis terdapat kalimat “setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya”, mempunyai makna bahwa bayi baru lahir diyakini masih diikat/diikuti oleh setan yang senantiasa mengganggu. Setelah diaqiqahi, anak telah tertebus sehingga akan terlindung dari gangguan setan. Ketiga, mendekatkan diri kepada Allah swt. serta menjalin silaturahmi dengan kerabat, tetangga, dan fakir miskin di sekitar.

 

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Pelaksanaannya sangat dianjurkan pada hari ke-7 kelahiran bayi.

Setiap anak tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, mencukur rambut dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud juz 3, hal. 106, no. 283) 

Jika tidak sempat hari ke-7, aqiqahlah pada hari ke-14, atau hari ke-21. (HR. Baihaqi dan Thabrani)

 

Syarat Hewan Aqiqah

Hewan yang digunakan untuk aqiqah adalah domba/kambing. Hewan itu harus berbadan sehat, gemuk, tidak cacat secara fisik (mata tidak buta sebelah, kaki tidak pincang, telinga tidak sobek), dan cukup umur, yakni domba minimal berumur enam bulan, dan kambing berumur lebih dari satu tahun.

 

Ketentuan Jumlah Hewan

Jumlah hewan aqiqah yang disembelih untuk anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Dari Hafshah, ‘Aisyah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. telah memerintahkan kepada sahabat (agar menyembelih aqiqah) bagi anak laki-laki dua ekor kambing dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. (HR. Tirmidzi juz 3, hal. 35, no. 1549)

 

Urutan Doa Aqiqah

Ketika hendak menyembelih hewan, menyebut Bismillaahi wallaahu akbar, kemudian menyebutkan nama anak yang diaqiqahi. Setelah itu mencukur rambut bayi dan memberi nama.

Pembagian Daging Aqiqah

Jumhur ulama menyebutkan, daging aqiqah dapat dimakan oleh keluarga, sebagian lagi disedekahkan kepada fakir miskin, kerabat, dan tetangga. Atau disedekahkan sepenuhnya untuk fakir miskin. Berbeda dengan kurban, daging aqiqah ini dibagikan dalam bentuk makanan siap saji. Jadi, setelah disembelih, lalu diolah menjadi makanan yang sudah matang kemudian dibagikan.

Sejatinya, dengan mengetahui makna serta beberapa ketentuan aqiqah, dapat dijadikan pencerahan bagi Anda yang akan melaksanakan aqiqah untuk buah hati. Selamat melaksanakan aqiqah! 

2

AQIQAH

Aqiqah adalah aktivitas memotong hewan sebagai implementasi ketaatan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah swt. Dalam sejarah, aqiqah ini telah dilakukan masyarakat jazirah Arab sejak zaman jahiliyah sebelum Muhammad saw. diangkat menjadi nabi.

 

Sejarah Aqiqah Era Jahiliyah

Pada zaman itu, aqiqah dilaksanakan untuk menyambut kelahiran khusus bayi laki-laki. Karena bagi mereka mendapat bayi perempuan adalah tabu, bahkan ada yang dikubur dalam kondisi masih hidup.

Ritual aqiqah yang dilakukan adalah memotong hewan yaitu kambing, kemudian darahnya dilumurkan ke kepala bayi. Sesuai hadis yang diriwayatkan Ibnu Hibban sebagai berikut:

Dari ’Aisyah, ia berkata,”Dulu kami di masa jahiliyah, jika salah seorang di antara kami beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah aqiqah, dan ketika mencukur rambut si bayi mereka lumurkan pada kepalanya. Maka Nabi saw bersabda,’Gantilah darah itu dengan minyak wangi.’(HR. Ibnu Hibban juz 12, hal. 124, no. 5308)

Itulah sejarah singkat aktivitas aqiqah pada zaman jahiliyah. Kemudian datang Islam bersama Nabi Muhammad saw. masuk ke jazirah Arab untuk meluruskan dan menyempurnakan akhlak serta syariat-syariat Islam yang telah ada.

Rasulullah Datang sebagai Penyempurna Aqiqah

Rasulullah saw. datang ke jazirah Arab tidak serta merta mengubah aqiqah yang telah berlaku. Perlahan namun pasti beliau mengubahnya dengan memberi contoh aqiqah yang sesuai syariat Islam, yaitu melaksanakan aqiqah untuk kedua cucu kembarnya yang bernama Al Hasan dan Al Husain bin Ali bin Abi Thalib. Adapun jumlah hewan yang disembelih masing-masing satu ekor kambing.

Rasulullah saw pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (kambing).” (HR. Abu Daud no. 2841)

Ada riwayat lain, menurut Ibnu ‘Abbas, ia berkata:

“Rasulullah saw pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain masing-masing dua ekor (kambing).” (HR. Nasai no.4219)

Menurut jumhur ulama, aqiqah hukumnya adalah sunah muakadah yaitu sunah yang dianjurkan bagi mereka yang diberi kelapangan rezeki oleh Allah swt. Artinya sangat dianjurkan melakukan aqiqah bagi yang mendapat buah hati.

Sejak Islam datang, kaum perempuan mendapat kemuliaan, kedudukan yang sama setelah sebelumnya dianggap musibah. Kini, bayi perempuan pun diaqiqahi oleh ayahnya dengan jumlah hewan yang dianjurkan satu ekor kambing.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7, jika belum sempat boleh di hari ke-14, atau hari ke-21. Berbeda dengan kurban, daging aqiqah dibagikan dalam bentuk masakan siap saji. Jadi, setelah hewan disembelih, dipotong dalam keadaan bersih, lalu diolah menjadi masakan. Seluruh keluarga dapat menikmati daging kurban, sebagian disedekahkan kepada tetangga, kerabat, dan fakir miskin.

Syarat Sah Hewan Aqiqah

Hewan yang dipilih untuk aqiqah adalah hewan yang berkualitas terbaik, gemuk, tidak cacat secara fisik, dan telah masuk umur secara syariat (minimal 6 bulan untuk domba dan minimal 1 tahun untuk kambing).

 

Demikian sempurnanya Islam dalam berdakwah, tidak langsung mengganti kebiasaan zaman jahiliyah yang telah ada, namun dengan perlahan memberikan contoh nyata yang benar dan langsung dari seorang Rasulullah saw.

0

AQIQAH

Aqiqah meski hukumnya sunah muakad, setiap orang tua pasti ingin melaksanakan sunah ini dan sudah seharusnya tidak ditinggalkan oleh orang yang mampu melakukannya. Dengan Aqiqah diharapkan keselamatan anak dapat terjaga, dan dapat memberi syafaat bagi orang tua kelak di akhirat.

Adapun waktu utama untuk melaksanakan aqiqah adalah saat bayi berusia 7 hari, 14 hari, atau 21 hari. Kemudian setelah itu bisa diakukan kapanpun tanpa harus menghitung kelipatan tujuh hari. Aqiqah untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing, namun jika orang tua tidak mampu, maka boleh mengaqiqahi anak laki-laki dengan satu ekor kambing. Sedangkan anak perempuan cukup dengan satu ekor kambing.

Anjuran aqiqah ini merupakan kewajiban seorang ayah sebagai orang yang menanggung nafkah anak. Jika pada saat yang ditentukan orang tua belum mampu melaksanakan sunah tersebut karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, maka anak bisa mengaqiqahi dirinya sendiri kelak saat dewasa.

Mengenai hal ini Imam Hasan Al Bashri pernah berkata  “aqiqah itu dianjurkan baginya, dia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri sebab dengan demikian dia tergadaikan dengan aqiqahnya. Karena itu, dianjurkan baginya untuk membebaskan dirinya”.

Syekh Abdul Aziz bin Baz pun pernah menjelaskan, “Bahwasanya, dianjurkan untuk melakukan aqiqah untuk diri sendiri. Karena aqiqah sunah yang sangat ditekankan. Bilamana orang tua anak tidak melaksanakannya, disyariatkan untuk melaksanakan aqiqah tersebut jika telah mampu. Hal ini berdasarkan beberapa hadis, salah satunya sabda Rasulullah saw. :

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur dan diberi nama.

Kata “tergadai” (مُرْتَهَنٌ) berarti harus dilaksanakan dan ditunaikan kapan pun dan oleh siapapun. Jika masih hari ke-7 atau sebelum balig, maka menjadi tanggungan orang tua. Namun jika sudah lewat, maka boleh dilaksanakan oleh siapapun temasuk oleh anak itu sendiri, jika dia mampu. Kata ‘boleh’ dalam hal ini bukan berati sunah.

Jadi tidak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan termasuk dalam melaksanakan aqiqah. Namun, akan lebih baik lagi jika mempersiapkan biaya aqiqah semenjak dinyatakan positif hamil sehingga dengan demikian aqiqah dapat dilaksanakan tepat waktu. Apalagi saat ini sudah banyak jasa layanan aqiqah yang harganya cukup terjangkau dan praktis. Jadi, selain tidak ada kata terlambat untuk melaksanakan aqiqah, juga tidak ada alasan lagi untuk menunda aqiqah karena kesibukan kedua orang tua.

0

AQIQAH

Pengabdian hamba kepada Sang Pencipta, salah satunya dengan menjalankan semua perintahnya. Perintah wajib harus dilaksanakan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, namun jika mau bonus atau menambah pahala dianjurkan menjalankan perintah yang sunah. Sunah terbagi menjadi dua, ada sunah muakadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan dan sunah ghairu muakadah, yaitu sunah biasa.

Perintah wajib, akan berdosa bila ditinggalkan. Sementara sunah, berpahala jika dikerjakan dan tidak berdosa bila ditinggalkan. Pada perintah yang bersifat sunah,  kita boleh memilih. Apabila belum  bersedia untuk mengerjakan, ya tidak apa-apa dan tentu kita tidak mendapatkan pahala, juga tidak berdosa. Namun sebagian orang rajin melaksanakan perintah yang sunah, hal itu karena mereka ingin mendapatkan bonus pahala. Sebagai hamba Allah yang tentu tidak sempurna, untuk menutup ketidaksempurnaan tersebut dengan memperbanyak mengerjakan ibadah yang sunah.

Salah satu sunah yang dianjurkan untuk dilakukan adalah sunah muakadah, salah satunya adalah melaksanakan aqiqah bagi anak-anak kita. Memang tidak berdosa bila ditinggalkan, namun sebagai seorang muslim hendaknya jangan meremehkan aqiqah berdasarkan sabda Rasulullah saw. berikut ini:

Setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuh, digundul kepalanya dan diberi nama.(HR. Nasa’i, no. 4220, Abu Daud, no. 2838, Tirmidzi, no. 1522,  Ibnu Majah, 3165, dinyatakan shahih oleh Albany di Shahih Abi Dawud)

Dianjurkan untuk dilakukan bila kita mampu dan dilaksanakan 7 hari setelah anak lahir. Tidak dapat 7 hari, bisa dilakukan setelah 14 hari atau 21 hari. Apabila sampai anak itu balig dan belum dilaksanakan aqiqah, dapat dilaksanakan kapan saja bila mampu.

Dalam hadis di atas disebutkan bahwa “setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya”, makna yang tersirat adalah aqiqah sebagai upaya tebusan dari orang tua untuk anaknya yang diyakini masih tergadai atau terikat dengan setan saat dilahirkan. Aqiqah perlu dilakukan untuk membebaskan anak dari ikatan setan yang mengikuti, agar bersih dari segala kotoran fisik dan jiwa. Selain itu, aqiqah juga bermakna sebagai wujud rasa syukur atas titipan yang telah Allah berikan dan juga hikmah untuk berbagi kepada fakir  miskin sebagai sedekah.

Pada hakikatnya Allah tidak akan memberatkan hamba-Nya, karena aqiqah boleh disembelih kapanpun waktunya. Tidak berdosa jika ditunda atau ditinggalkan karena tidak mampu, namun   jika mampu agar disegerakan pelaksanaannya. Karena hukum aqiqah adalah sunah muakadah,  seharusnya dilaksanakan bagi yang mampu. Imam Syafi’i berpendapat: orang yang sudah dewasa tapi belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan untuk melakukan aqiqah sendiri.

Syarat  hewan yang digunakan untuk aqiqah sama dengan hewan untuk qurban, yaitu: sehat dan tidak cacat fisiknya, gemuk, dan cukup umur. Jadi, sudahkah kita diaqiqahi oleh orang tua kita?

0

AQIQAH

Kelahiran malaikat kecil merupakan momen yang sangat dinantikan orang tua. Saat mendengar suara tangisan pertamanya, timbul kelegaan dan kebahagiaan luar biasa. Selanjutnya orang tua pun akan menyusun acara aqiqah sebagai simbol rasa syukur kepada Allah Swt. atas kelahiran buah hati dengan selamat dan sehat. Hukum aqiqah dalam Islam adalah sunah muakadah atau sunah yang sangat dianjurkan. Sebagian keluarga memilih untuk meng-handle sendiri acara aqiqah, mulai dari mencari kambing atau domba, penyembelihan, sampai dengan proses pemasakan. Namun, sebagian lainnya tidak memiliki banyak waktu karena sibuk bekerja maupun aktivitas lain di luar rumah. Salah satu solusi bagi Anda adalah dengan menggunakan jasa layanan aqiqah.

Sesuai namanya, jasa layanan aqiqah ini merupakan suatu perusahaan yang menawarkan jasa guna mengurus segala keperluan aqiqah buah hati. Umumnya, pihak vendor aqiqah bekerja sama dengan katering untuk urusan masak memasak. Berikut adalah beberapa fakta jasa layanan aqiqah yang wajib Anda ketahui.

  1. Harga yang Pasti

Menggandeng jasa layanan aqiqah memudahkan Anda untuk mengatur anggaran atau bujet. Umumnya tiap vendor aqiqah memiliki beragam pilihan paket. Dalam setiap paket, Anda akan mendapatkan porsi sajian yang berbeda-beda. Sebagai contoh, untuk paket A, saat Anda memilih kambing betina seharga 1 jutaan atau kambing jantan seharga 1,5 jutaan, umumnya Anda akan mendapatkan 200 tusuk sate dan 50 porsi gulai. Dengan ini Anda akan lebih mudah menetapkan nominal yang harus disiapkan sebelum pelaksanaan aqiqah.

  1. Pembasmi Kerepotan

Sebagian orang masih ragu menggunakan jasa layanan aqiqah dikarenakan beberapa faktor diantaranya, takut melanggar hukum atau ketentuan dalam Islam, mempertanyakan kualitas, kehalalan, sampai belum menemukan yang cocok di hati. Perlu diketahui bahwa memakai jasa layanan aqiqah diperbolehkan dalam Islam. Jasa layanan aqiqah akan meminimalkan kerepotan Anda tatkala hendak menggelar momen istimewa bagi buah hati tercinta. Terutama untuk orang tua yang memiliki kesibukan di luar rumah atau sama-sama bekerja. Kehadiran jasa layanan aqiqah seperti angin segar. Orang tua tidak perlu repot lagi mencari hewan ternak, menyembelih, hingga mengolah daging. Tinggal pesan paket sesuai kemampuan dan anggaran, maka sajian aqiqah lezat akan Anda dapatkan.

  1. Rasa Hidangan Terjamin

Tak dapat dimungkiri bahwa hasil olahan tangan-tangan profesional, berbeda dengan mereka yang masih amatir. Sebetulnya Anda tidak perlu meragukan citarasa sajian hasil racikan jasa layanan aqiqah. Pihak perusahaan tak mungkin ceroboh dalam pengolahan, sebab akan berimbas pada kelangsungan usaha mereka selanjutnya. Klien yang puas tentu akan merekomendasikan jasa layanan aqiqah tersebut kepada kerabatnya, sehingga orderan bagi vendor aqiqah pun terus berdatangan.

Jasa layanan aqiqah digawangi oleh tenaga-tenaga profesional yang siap memberikan pelayanan prima bagi Anda. Simpel dan praktis, Anda tidak perlu keluar keringat saat memilih untuk  menggandeng vendor aqiqah. Anda dapat mencari perusahaan yang tepat dengan cara riset singkat melalui media sosial. Lihat testimoni atau review dari pelanggan mereka. Di samping itu Anda pun bisa meminta saran kepada orang-orang terdekat yang pernah memakai jasa layanan aqiqah. Dengan demikian, Anda tak akan merasa rugi bekerja sama dengan jasa layanan aqiqah pilihan.

0

AQIQAH

Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh untuk mensyukuri karunia berupa kelahiran seorang bayi. Jadi, aqiqah pasti identik dengan daging kambing. Menu aqiqah yang selama ini populer di masyarakat adalah sate dan gulai kambing. Padahal, sebenarnya banyak sekali aneka menu masakan yang berasal dari daging kambing. Berikut ini adalah inspirasi menu masakan aqiqah yang bisa jadi pilihan keluarga muslim Indonesia:

  1. Nasi Kebuli

Nasi Kebuli ini cukup populer di Indonesia. Nasi berwarna kekuningan dengan rasa yang gurih ini dimasak dengan aneka rempah. Rasa lezat dan gurih didapat dari kaldu daging kambing dan susu kambing yang dimasak bersama minyak samin. Nasi ditanak bersama bahan-bahan tersebut hingga aroma wanginya yang khas menguar.

Rempah yang biasa digunakan sebagai campuran adalah bawang putih, bawang merah, cengkeh, jintan, ketumbar, pala, lada hitam, hingga kayu manis. Biasanya, nasi kebuli disajikan hangat bersama potongan daging kambing goreng. Nasi ini juga disajikan dengan taburan kurma atau kismis.

 

  1. Semur Daging Kambing

Daging kambing juga lezat dimasak semur, tidak kalah dengan semur daging sapi. Ciri khas hidangan semur ini adalah pada rasanya yang agak manis karena adanya penambahan kecap. Masakan semur ini bisa disajikan dengan rasa pedas manis maupun gurih manis, sesuai selera. Bumbu-bumbu yang dipakai pun hampir sama dengan resep semur daging sapi.

 

  1. Sop Kambing

Sop daging kambing memang tidak sepopuler sop ayam, sop ikan, atau sop daging sapi. Namun, sop kambing bukanlah masakan yang asing bagi orang Indonesia serta banyak disukai. Sop kambing rasanya memang agak sedikit berbeda dengan aneka sop lainnya. Aroma rempahnya begitu terasa.

Aroma khas bumbu rempah pada sop kambing berasal dari biji pala, cengkeh, dan kayu manis. Selain itu, tambahan bumbu rempah ini untuk menghilangkan aroma khas daging kambing yang tidak disukai oleh sebagian orang.

 

  1. Kari Kambing

Menu kari ini bukanlah masakan khas Indonesia, namun berasal dari India. Di Indonesia, menu yang sudah sangat populer adalah kari ayam. Tetapi, kari kambing pun tak kalah lezatnya.

Ciri masakan kari adalah kuahnya yang cukup kental dan rasa yang gurih. Hampir mirip dengan gulai. Walaupun dari tampilannya hampir sama, ternyata bumbu kari kambing dan bumbu gulai kambing ada perbedaannya lho. Yang paling kelihatan adalah resep kari kambing menggunakan daun kari, sedangkan resep gulai tanpa daun kari.

 

  1. Nasi Goreng Kambing

Nasi goreng adalah masakan khas Indonesia. Variasi menu nasi goreng juga banyak macamnya. Salah satunya adalah nasi goreng kambing. Perbedaan nasi goreng kambing dan nasi goreng pada umumnya adalah terletak pada penambahan bumbu rempahnya, yaitu jintan, kapulaga, cengkeh, dan kunyit. Tentu saja penambahan bumbu khusus ini akan menimbulkan cita rasa yang khas.

Itulah 5 variasi menu aqiqah yang mungkin bisa jadi pilihan. Sebenarnya ada banyak menu lainnya yang berbahan dasar daging kambing. Pada dasarnya, bumbu-bumbu yang dipakai hampir sama dengan bumbu untuk memasak daging sapi. Selamat mencoba!

0