Good Contents Are Everywhere, But Here, We Deliver The Best of The Best.Please Hold on!
Data is Loading...
Your address will show here +12 34 56 78
MUSLIMAPP

Sebelum mengetahui pengertian sholat sunnah qobliyah, maka sebaiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai sholat sunnah rawatib. Ibadah sunnah rawatib merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan sebelum atau sesudah sholat wajib lima waktu. Sholat sunnah rawatib ini dibedakan menjadi dua, yaitu sholat sunnah qobliyah atau sebelum dan sholat ba’diyah atau sesudah sholat wajib lima waktu.

Saat memasuki masjid untuk melaksanakan sholat fardhu mungkin Anda akan bingung jika menemukan orang-orang mengerjakan sholat sebelum atau setelah berjamaah. Setelah mengetahuinya, sekarang Anda tidak perlu bingung karena orang tersebut sedang melaksanakan sholat sunnah rawatib. Adapun beberapa hal yang perlu Anda ketahui secara mendalam mengenai sholat sunnah rawatib adalah sebagai berikut ini.

Macam-Macam Sholat Sunnah Rawatib

Sholat sunnah rawatib dibagi lagi menjadi dua macam yaitu sholat sunnah muakkad dan sholat sunnah ghairu muakkad. Perbedaan dari kedua jenis ini adalah sholat sunnah muakkad merupakan sholat yang sangat dianjurkan karena memiliki kemuliaan serta pahala yang sangat besar. Sedangkan sholat sunnah ghairu muakkad kemuliaan dan pahalanya lebih sedikit dari sholat sunnah muakkad.

Adapun yang termasuk ke dalam sholat sunnah muakkad terdiri dari empat rakat sebelum dhuhur dan dua rakaat sesudah dhuhur, serta dua rakaat sesudah maghrib. Selain itu juga dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh. Jadi total dari keseluruhan sholat sunnah muakkad adalah berjumlah dua belas rakaat yang dilakukan dalam sehari.

Manfaat Sholat Sunnah Rawatib

Berdasarkan waktu pelaksanaannya, sholat sunnah rawatib merupakan sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib. Dalam hal ini, sholat sunnah rawatib dilakukan bukan tanpa memiliki tujuan. Sholat sunnah qobliyah dilakukan sebelum sholat wajib karena memiliki fungsi sebagai persiapan sebelum melaksanakan sholat wajib.

Hal tersebut diperlukan karena sebelumnya jiwa disibukkan dengan urusan dunia sehingga dapat mencegah ketidak-khusyuk-an serta ketidaksiapan dalam sholat wajib. Sedangkan sholat sunnah ba’diyah dilakukan setelah sholat fardhu berguna untuk menutup kemungkinan akan kekurangan dalam sholat fardhu tersebut. Sebagai manusia biasa tentu sangat sulit untuk selalu mengingat Allah dan meninggalkan pikiran lain saat sholat fardhu.

Berdasarkan kegunaan dari masing-masing sholat rawatib tersebut maka manfaat yang diperoleh dalam melaksanakannya adalah sebagai penyempurna dari sholat wajib. Ketidaksempurnaan yang terjadi dalam sholat fardhu tersebut berupa kurangnya kekhusyukan dan rasa tenang dalam mengingat Allah SWT.

Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib

Menurut Hadits Riwayat Muslim no. 723 bahwasanya Rasulullah SAW bersabda mengenai siapa yang mengerjakan shalat sunnah rawatib, maka Allah akan membangunkannya rumah di surga. Shalat sunnah rawatib tersebut tentu tidak dilaksanakan pada satu waktu shalat fardhu saja akan tetapi 12 rakaat dalam satu hari. Selain itu terdapat keutamaan khusus untuk shalat sunnah qobliyah subuh yaitu diibaratkan lebih baik dari dunia dan seisinya.

Nah, itulah seputar pengetahuan mengenai ibadah sholat sunnah rawatib. Setelah mengetahuinya, Anda tidak perlu bingung lagi pada orang-orang dalam masjid yang melaksanakannya. Bahkan sebaiknya Anda juga harus mulai melaksanakannya dari sekarang karena manfaat dan keutamaannya yang luar biasa tersebut.

0

AQIQAH, MUSLIMAPP, QURBAN

Kata aqiqah dan qurban sudah tidak asing lagi bagi orang muslim. Keduanya merupakan bagian dari syariat Islam. Siapapun umat muslim yang mampu boleh melaksanakan aqiqah ataupun qurban.

Aqiqah dan qurban memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Persamaan tersebut adalah hewan yang digunakan untuk aqiqah dan qurban sama jenisnya serta sama sama untuk memenuhi syariat Islam. Lalu apa saja perbedaannya? Berikut paparan tentang perbedaan aqiqah dan qurban.

Pertama, perbedaan tujuan. Aqiqah ditujukan dalam rangka syukuran atas kelahiran seorang bayi. Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur dan juga bentuk pendekatan diri terhadap Allah SWT yang telah memberi karunia seorang anak.

Sedangkan qurban dilaksanakan atas bentuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim AS terhadap anaknya yaitu Nabi Ismail AS. Dalam sejarah Islam yang tertulis dalam Al-quran bahwa Allah telah menguji Nabi Ibrahim AS dengan perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Kedua, jumlah hewan yang disembelih. Dalam aqiqah telah ditentukan hewan yang digunakan yaitu dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Sedangkan dalam qurban jumlah hewan yang digunakan tidak ada batasan, minimal satu ekor dan boleh lebih.

Ketiga, waktu ketika menyembelih hewan. Penyembelihan dalam aqiqah ialah ketika tujuh hari kelahiran anak. Sedangkan penyembelihan hewan qurban ialah pada hari Idul Adha (hari Nahr).

Keempat, jumlah pelaksanaan. Pelaksanaan ialah hanya sekali seumur hidup untuk setiap orangnya. Sedangkan qurban bisa dilaksanakan setiap tahun oleh setiap orang.

Syarat Hewan Aqiqah dan Qurban

Hewan yang digunakan untuk aqiqah harus memenuhi beberapa syarat supaya ibadah tersebut diterima. Di sisi lain, daging yang disembelih harus layak dikonsumsi sebab daging tersebut nantinya akan dibagikan kepada umat muslim lainnya.

Dari sisi umur harus mencukupi. Untuk kambing minimal harus berumur satu tahun, sedangkan domba minimal enam bulan.

Hewan yang digunakan juga harus hewan yang sehat supaya sempurna dalam melaksanakan ibadah ini. Hewannya harus berbobot, tidak pincang, tidak buta dan juga bukan hewan yang gila sehingga tidak bisa digembalakan.

Hewan yang akan disembelih tidak boleh cacat seperti, bulunya rontok, gigi lepas karena dalam masa pergantian, tanduknya patah dan luka yang membahayakan hidupnya.

Bagi Anda yang tinggal di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang ingin mencari kambing untuk aqiqah ataupun qurban, Anda bisa menghubungi kami. Kami pastikan kambing yang Anda beli di outlet kami kualitasnya terpercaya dan memenuhi syariat Islam dalam menyempurnakan ibadah.

0