Good Contents Are Everywhere, But Here, We Deliver The Best of The Best.Please Hold on!
Data is Loading...
Your address will show here +12 34 56 78
AQIQAH
Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dan bersifat sunnah muakad atau sangat dianjurkan. Selain sebagai bentuk rasa syukur akan kehadiran seorang anak, menurut Hadist Rasulullah SAW Aqiqah juga merupakan suatu tebusan dari orang tua kepada anaknya. Bentuk dari tebusan tersebut adalah penumpahan darah atau yang dimaksud dengan penyembelihan hewan Aqiqah.
Berdasarkan hadist Rasulullah SAW, waktu pelaksanaan qurban dianjurkan pada hari ke-7 setelah anak dilahirkan. Namun jika berhalangan pada waktu tersebut boleh dilaksanakan pada hari ke-14 atau ke-21 setelah bayi dilahirkan. Namun setelah Rasulullah SAW wafat muncullah pemikiran mengenai pelaksanaan Aqiqah yang dilakukan pada saat dewasa dan boleh dilakukan oleh diri sendiri atau tidak.
Oleh karena itu, para ulama-ulama besar memikirkan hal ini untuk kepentingan ibadah umat muslim. Pemikiran ulama-ulama akan permasalahan ini menghasilkan beberapa pendapat mengenai hukum melaksanakan Aqiqah untuk diri sendiri saat sudah dewasa. Pendapat tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ini.
Pendapat Pertama
Jika keadaan orang tua saat melahirkan sang anak tidak memungkinkan untuk dilakukannya Aqiqah dalam artian kurang mampu secara ekonomi. Maka orang tua tersebut tidak memiliki kewajiban untuk meng-Aqiqahi anaknya meskipun kedepannya ada kemungkinan orang tua ini berkecukupan.
Namun, apabila orang tua mampu secara finansial dalam melaksanakan Aqiqah saat anaknya lahir tetapi menunda Aqiqah hingga sang anak dewasa. Maka orang tua tetap memiliki keharusan untuk melaksanakan Aqiqah untuk anaknya yang sudah dewasa tersebut. Pelaksanaan Aqiqah ini merupakan beban bagi sang ayah sebagai pemberi nafkah keluarga.
Oleh karena itu, seorang ibu atau anak tidak memiliki kewajiban untuk melaksanakan Aqiqah. Jika seoarang bapak belum bisa menunaikan Aqiqah untuk anaknya, maka sunnah Aqiqah tetap dapat dilaksanakan dan masih dianjurkan apabila sudah mampu untuk melakukannya. Dalam hal ini sebagian ulama berpendapat tidak perlu melakukan Aqiqah untuk diri sendiri karena tidak ada kewajiban serta dasar hukumnya dalam Islam.
Pendapat Kedua Menurut Imam Syati’i
Menurut Imam Syafi’i dalam hal ini, Aqiqah tetap boleh dianjurkan meskipun pelaksanaannya ditunda hingga dewasa. Jika pelaksanaan Aqiqah ditundah hingga dewasa, maka orang tua tidak memiliki kewajiban untuk meng-Aqiqahi anaknya terlebih jika anaknya sudah meninggal dunia. Namun, jika seorang anak masih hidup, maka terdapat dua pilihan baginya mengenai pelaksanaan Aqiqah.
Dijelaskan dalam Shahih Fiqih Sunnah, anak tersebut diperbolehkan untuk melakukan Aqiqah bagi dirinya sendiri ataupun tidak ketika dewasa. Sebagian besar ulama juga berpendapat kuat akan ketetapan mengenai diharuskannya pelaksanaan Aqiqah meskipun sudah baligh dan sudah bekerja.
Oleh karena itu, masih terdapat umat muslim yang ingin melaksanakan Aqiqah meskipun sudah dewasa untuk dirinya sendiri. Jika Anda juga ingin melaksanakan Aqiqah untuk diri Anda tanpa perlu repot untuk mempersiapkannya, Jasa Aqiqah Solo atau Surakarta dapat menjadi solusi bagi Anda. Kami menyediakan layanan jasa Aqiqah untuk mempermudah pelaksanaan Aqiqah Anda.
Cukup dengan menghubungi layanan customer service kami melalui nomor dibawah ini Anda sudah bisa mendapatkan jasa Aqiqah kami. Jadi, tunggu apa lagi? Segera hubungi kami sekarang juga!
0