AQIQAH

Gapai Pahala Sempurna dengan 7 Tata Cara Aqiqah yang Islami

Salah satu ibadah sunah muakadah bagi seorang muslim setelah dikaruniai momongan adalah akikah. Akikah meliputi menyembelih kambing/domba, mengolahnya menjadi hidangan siap saji, kemudian membagikannya kepada masyarakat sekitar. Tentu ada aturan yang harus Anda ketahui untuk melaksanakan akikah, sehingga keberkahan dan kesempurnaan pahala akan Anda dapatkan.

 

Penyembelihan kambing/domba setelah kelahiran buah hati ini sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman jahiliyah. Pada masa itu, usai kambing/domba disembelih, darahnya dilumurkan ke kepala bayi. Setelah Islam masuk, barulah darah tersebut diganti dengan wewangian. Bagi Anda yang hendak mengadakan akikah untuk buah hati, sebaiknya mengetahui 7 tata cara akikah yang benar menurut Islam berikut ini.

  1. Waktu Akikah

Akikah lebih afdal dilakukan pada hari ketujuh kelahiran bayi. Namun, bila pada waktu tersebut Anda dalam keadaan tidak mampu secara finansial, diperbolehkan melaksanakan akikah pada hari ke-14, atau ke-21. Lantas bagaimana jika anggaran belum juga memadai? Anda bisa mengadakan akikah kapan saja, tetapi dianjurkan sebelum anak memasuki usia balig.

  1. Ketentuan Hewan Akikah

Sama halnya dengan ibadah kurban, Anda pun harus memilih ternak terbaik saat melaksanakan akikah, tidak cacat, sehat, gemuk, dan cukup umur (kambing minimal berusia 1 tahun dan domba 6 bulan). Hewan untuk akikah sudah ditentukan jenis dan jumlahnya, yakni kambing/domba dengan jumlah 2 ekor untuk bayi laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan. Tak ada larangan hendak memilih hewan betina/jantan.

  1. Sunah Lain

Ada beberapa sunah dalam rangkaian akikah yang dapat Anda laksanakan. Pertama, memberi nama anak. Ingatlah bahwa nama adalah doa, sehingga nama yang baik akan menjadi doa terindah yang menyertai anak hingga akhir hayat. Kedua, mencukur rambut. Pada hari ketujuh, disunahkan mencukur rambut bayi, selanjutnya rambut ditimbang. Sedekah dengan perak dapat dilakukan sesuai bobot rambut.

  1. Daging Akikah

Daging akikah tidak dibagikan dalam kondisi mentah. Anda wajib memasaknya terlebih dahulu. Hasil olahan daging akikah boleh dibagikan pada siapa saja. Namun, dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan orang terdekat lebih dahulu. Hal ini untuk memperkuat jalinan silaturahmi sekaligus memperkenalkan bayi Anda pada kerabat dan tetangga sekitar.

  1. Menggunakan Jasa Layanan Akikah Profesional

Terlampau sibuk dan merasa kerepotan untuk melaksanakan akikah? Anda dapat menggandeng jasa layanan akikah. Hukum menggunakan jasa layanan akikah ini diperbolehkan dalam Islam. Vendor akikah bertindak sebagai perwakilan keluarga.

  1. Hukum Akikah Diri Sendiri

Terdapat perbedaan pandangan antar ulama tentang hukum akikah setelah dewasa. Sebagian ulama memperbolehkan, sebagian lainnya tidak sependapat. Berikut alasan ulama yang berbeda pendapat:

  • Hadis tentang akikah bagi diri sendiri merupakan hadis daif atau lemah;

  • Hukum akikah yaitu sunah muakadah, bukan wajib. Jadi, orang tua yang seharusnya melakukan akikah untuk buah hatinya.

  1. Manfaat dan Hikmah Akikah

Akikah merupakan bentuk ketakwaan hamba kepada Rabb-nya. Ibadah sunah ini dapat memperkuat tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar, momen tepat bersedekah, dan wujud rasa syukur atas karunia yang tidak ternilai yaitu hadirnya buah hati.

Demikian beberapa tata cara akikah yang benar menurut Islam. Dengan mengetahui rangkaian prosesi ini, Anda pun tidak perlu ragu mengadakan akikah untuk si kecil. Selamat melakukan ibadah sunah utama dan menggapai pahala sempurna!