AQIQAH

Makna Aqiqah dan Ketentuannya

Aqiqah berasal dari bahasa Arab ‘aqiiqah, yang artinya menyembelih hewan. Aqiqah merupakan ibadah seorang hamba kepada Allah swt. sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran buah hati. Bagi orang tua yang akan beraqiqah, ada baiknya mengetahui lebih dulu ketentuan apa saja yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Landasan Aqiqah

  1. Al-Jauhari mengatakan, aqiqah adalah menyembelih hewan dan mencukur rambut (dari Ibnul Qayyim Tuhfatul-Maudud bi-Ahkaamil-Maulud, hal 35-36, tahqiq: Abdul Mun’im Al-‘Aany; Daarul Kutub Al-Ilmiyyah; Cet.1/1403, Beirut).

  2. Secara syar’i, aqiqah adalah menyembelih hewan sebagai rasa syukur dan takwa seorang hamba kepada Allah swt. atas lahirnya buah hati (Sahih Fiqhis-Sunah oleh Abu Malik Kamal bin Syayid Salim, 2/380; Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, Cairo).

Hukum Aqiqah

Jumhur ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah itu sunah muakadah, sunah yang dianjurkan bagi yang mempunyai kelapangan rezeki. Sesuai sabda Rasulullah saw., “Barang siapa di antara kalian yang ingin menyembelih bagi anaknya, maka silakan lakukan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasai dengan sanad Hasan)

 

Makna Aqiqah

Allah Swt. memerintahkan ibadah untuk dilakukan bukannya tanpa hikmah. Begitu pun aqiqah, mempunyai beberapa makna yang dapat diambil. Pertama, aqiqah merupakan pengenalan tauhid pertama kali kepada anak ketika hendak menyembelih hewan. Kedua, dalam sebuah hadis terdapat kalimat “setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya”, mempunyai makna bahwa bayi baru lahir diyakini masih diikat/diikuti oleh setan yang senantiasa mengganggu. Setelah diaqiqahi, anak telah tertebus sehingga akan terlindung dari gangguan setan. Ketiga, mendekatkan diri kepada Allah swt. serta menjalin silaturahmi dengan kerabat, tetangga, dan fakir miskin di sekitar.

 

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Pelaksanaannya sangat dianjurkan pada hari ke-7 kelahiran bayi.

Setiap anak tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, mencukur rambut dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud juz 3, hal. 106, no. 283) 

Jika tidak sempat hari ke-7, aqiqahlah pada hari ke-14, atau hari ke-21. (HR. Baihaqi dan Thabrani)

 

Syarat Hewan Aqiqah

Hewan yang digunakan untuk aqiqah adalah domba/kambing. Hewan itu harus berbadan sehat, gemuk, tidak cacat secara fisik (mata tidak buta sebelah, kaki tidak pincang, telinga tidak sobek), dan cukup umur, yakni domba minimal berumur enam bulan, dan kambing berumur lebih dari satu tahun.

 

Ketentuan Jumlah Hewan

Jumlah hewan aqiqah yang disembelih untuk anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Dari Hafshah, ‘Aisyah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. telah memerintahkan kepada sahabat (agar menyembelih aqiqah) bagi anak laki-laki dua ekor kambing dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. (HR. Tirmidzi juz 3, hal. 35, no. 1549)

 

Urutan Doa Aqiqah

Ketika hendak menyembelih hewan, menyebut Bismillaahi wallaahu akbar, kemudian menyebutkan nama anak yang diaqiqahi. Setelah itu mencukur rambut bayi dan memberi nama.

Pembagian Daging Aqiqah

Jumhur ulama menyebutkan, daging aqiqah dapat dimakan oleh keluarga, sebagian lagi disedekahkan kepada fakir miskin, kerabat, dan tetangga. Atau disedekahkan sepenuhnya untuk fakir miskin. Berbeda dengan kurban, daging aqiqah ini dibagikan dalam bentuk makanan siap saji. Jadi, setelah disembelih, lalu diolah menjadi makanan yang sudah matang kemudian dibagikan.

Sejatinya, dengan mengetahui makna serta beberapa ketentuan aqiqah, dapat dijadikan pencerahan bagi Anda yang akan melaksanakan aqiqah untuk buah hati. Selamat melaksanakan aqiqah!