AQIQAH

Orang Yang Sudah Meninggal Bolehkah Di Aqiqahkan?

Agama Islam merupakan agama yang paling sempurna diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Kesempurnaan agama Islam telah mengajarkan baik dalam ketaatan beribadah serta urusan mencakup segala aspek kehidupan. Luasnya akan ilmu agama yang mencakup segala aspek kehidupan ini terkadang memberikan suatu permasalahan tersendiri, tidak terkecuali mengenai pelaksanaan Aqiqah.

Sebagian orang yang awam akan ilmu agama pasti belum mengerti mengenai seluk beluk Aqiqah. Mungkin akan terbesit pertanyaan mengenai apa tujuan dari Aqiqah, bolehkan dilakukan untuk diri sendiri, atau bolehkah dilakukan untuk orang yang sudah meninggal. Adapun untuk memahami lebih jelas mengenai Aqiqah, berikut ini beberapa ulasan yang berhubungan dengan pelaksanaan Aqiqah.

Tujuan Aqiqah yang Wajib Diketahui

Aqiqah merupakan suatu bentuk rasa syukur yang diberikan kepada Allah SWT atas anugerah yang diberikan oleh-Nya, yaitu berupa kehadiran buah hati. Dalam pengertian ini, pelaksanaan Aqiqah ini dilakukan oleh orang tua untuk anaknya. Bentuk rasa syukur tersebut dilakukan dengan pengurbanan hewan yang disembelih dengan menyebut nama Allah SWT.

Selain itu, pelaksanaan Aqiqah untuk seorang anak juga harus dilakukan berdasarkan syarat dan ketentuan yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hal ini harus dilakukan agar ibadah Aqiqah dapat diterima oleh Allah SWT.

Persyaratan Dan Ketentuan Aqiqah

Aqiqah memiliki persyaratan dan ketentuan yang sunnah dilakukan pada pelaksanaannya. Namun meskipun bersifat sunnah hal ini juga penting agar ibadah dalam melaksanakan Aqiqah lebih sempurna. Sunnah mengenai pelaksanaan Aqiqah ini terdiri dari waktu pelaksanaan, pemberian nama dan pemotongan rambut bayi, jumlah dan jenis hewan Aqiqah, serta pembagian daging Aqiqah.

Sunnah yang dianjurkan mengenai waktu pelaksanaan Aqiqah sesuai Hadist Rasulullah SAW adalah hari ke-7 atau ke-14 atau ke-21 setelah bayi dilahirkan. Adapun pemilihan waktu tersebut menyesuaikan kondisi yang memungkinkan untuk pelaksanaannya. Selain itu, dalam prosesi Aqiqah juga dianjurkan untuk memberi nama yang baik kepada bayi serta memotong rambutnya.

Sunnah lain pelaksanaan Aqiqah adalah jumlah hewan yang disembelih berdasarkan jenis kelamin bayi, yaitu dua ekor untuk bayi laki-laki dan satu ekor untuk bayi perempuan. Jenis hewan yang disembelih pada pelaksanaan Aqiqah adalah kambing atau domba. Daging yang telah disembelih tersebut sebagian besar harus dibagikan pada keluarga, kerabat, dan fakir miskin yang membutuhkan.

Aqiqah Bagi Orang Yang Sudah Meninggal

Aqiqah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan karena dapat dilakukan sekali seumur hidupnya. Bahkan karena sangat di anjurkannya tersebut menurut para ulama, Aqiqah boleh dilakukan ketika dewasa dan oleh dirinya sendiri. Namun berdasarkan penjelasan diatas, Aqiqah tidak berlaku bagi orang yang sudah meninggal.

Jika orang sudah meninggal maka amalannya juga akan terputus kecuali tiga perkara yang ada pada dirinya. Tiga perkara tersebut adalah sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan yang terakhir adalah doa kebaikan oleh anak shalih yang menyertainya. Sedangkan jika Aqiqah dilakukan bagi orang yang sudah meninggal maka ibadah tersebut tidak akan sampai kepadanya.

Apakah Anda ingin melaksanakan Aqiqah untuk diri sendiri atau anggota keluarga dan tidak ingin repot dalam mempersiapkannya? Jika iya, Anda dapat melaksanan Aqiqah dengan mudah menggunakan layanan Jasa Aqiqah Solo atau Surakarta. Kami menyediakan jasa Aqiqah yang sesuai dengan syariat agama Islam.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera hubungi customer service kami untuk mendapatkan info lebih lanjut dan lebih jelasnya!

 

Author


Avatar

<a href="https://www.thmsbfft.fr/coque-iphone-8.html">coque iphone 8</a> <a href="https://www.octagone.fr/">coque iphone soldes</a> <a href="https://www.neoval.fr/coque-iphone-7.html">coque iphone 7</a> <a href="https://www.octagone.fr/">coque iphone 2019</a> <a href="https://www.thmsbfft.fr/">soldes coque iphone</a>