AQIQAH

Sejarah Mencatat, Aqiqah Ada Sejak Zaman Jahiliyah

Aqiqah adalah aktivitas memotong hewan sebagai implementasi ketaatan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah swt. Dalam sejarah, aqiqah ini telah dilakukan masyarakat jazirah Arab sejak zaman jahiliyah sebelum Muhammad saw. diangkat menjadi nabi.

 

Sejarah Aqiqah Era Jahiliyah

Pada zaman itu, aqiqah dilaksanakan untuk menyambut kelahiran khusus bayi laki-laki. Karena bagi mereka mendapat bayi perempuan adalah tabu, bahkan ada yang dikubur dalam kondisi masih hidup.

Ritual aqiqah yang dilakukan adalah memotong hewan yaitu kambing, kemudian darahnya dilumurkan ke kepala bayi. Sesuai hadis yang diriwayatkan Ibnu Hibban sebagai berikut:

Dari ’Aisyah, ia berkata,”Dulu kami di masa jahiliyah, jika salah seorang di antara kami beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah aqiqah, dan ketika mencukur rambut si bayi mereka lumurkan pada kepalanya. Maka Nabi saw bersabda,’Gantilah darah itu dengan minyak wangi.’(HR. Ibnu Hibban juz 12, hal. 124, no. 5308)

Itulah sejarah singkat aktivitas aqiqah pada zaman jahiliyah. Kemudian datang Islam bersama Nabi Muhammad saw. masuk ke jazirah Arab untuk meluruskan dan menyempurnakan akhlak serta syariat-syariat Islam yang telah ada.

Rasulullah Datang sebagai Penyempurna Aqiqah

Rasulullah saw. datang ke jazirah Arab tidak serta merta mengubah aqiqah yang telah berlaku. Perlahan namun pasti beliau mengubahnya dengan memberi contoh aqiqah yang sesuai syariat Islam, yaitu melaksanakan aqiqah untuk kedua cucu kembarnya yang bernama Al Hasan dan Al Husain bin Ali bin Abi Thalib. Adapun jumlah hewan yang disembelih masing-masing satu ekor kambing.

Rasulullah saw pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (kambing).” (HR. Abu Daud no. 2841)

Ada riwayat lain, menurut Ibnu ‘Abbas, ia berkata:

“Rasulullah saw pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain masing-masing dua ekor (kambing).” (HR. Nasai no.4219)

Menurut jumhur ulama, aqiqah hukumnya adalah sunah muakadah yaitu sunah yang dianjurkan bagi mereka yang diberi kelapangan rezeki oleh Allah swt. Artinya sangat dianjurkan melakukan aqiqah bagi yang mendapat buah hati.

Sejak Islam datang, kaum perempuan mendapat kemuliaan, kedudukan yang sama setelah sebelumnya dianggap musibah. Kini, bayi perempuan pun diaqiqahi oleh ayahnya dengan jumlah hewan yang dianjurkan satu ekor kambing.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7, jika belum sempat boleh di hari ke-14, atau hari ke-21. Berbeda dengan kurban, daging aqiqah dibagikan dalam bentuk masakan siap saji. Jadi, setelah hewan disembelih, dipotong dalam keadaan bersih, lalu diolah menjadi masakan. Seluruh keluarga dapat menikmati daging kurban, sebagian disedekahkan kepada tetangga, kerabat, dan fakir miskin.

Syarat Sah Hewan Aqiqah

Hewan yang dipilih untuk aqiqah adalah hewan yang berkualitas terbaik, gemuk, tidak cacat secara fisik, dan telah masuk umur secara syariat (minimal 6 bulan untuk domba dan minimal 1 tahun untuk kambing).

 

Demikian sempurnanya Islam dalam berdakwah, tidak langsung mengganti kebiasaan zaman jahiliyah yang telah ada, namun dengan perlahan memberikan contoh nyata yang benar dan langsung dari seorang Rasulullah saw.