AQIQAH

Tak Ada Kata Terlambat untuk Aqiqah

Aqiqah meski hukumnya sunah muakad, setiap orang tua pasti ingin melaksanakan sunah ini dan sudah seharusnya tidak ditinggalkan oleh orang yang mampu melakukannya. Dengan Aqiqah diharapkan keselamatan anak dapat terjaga, dan dapat memberi syafaat bagi orang tua kelak di akhirat.

Adapun waktu utama untuk melaksanakan aqiqah adalah saat bayi berusia 7 hari, 14 hari, atau 21 hari. Kemudian setelah itu bisa diakukan kapanpun tanpa harus menghitung kelipatan tujuh hari. Aqiqah untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing, namun jika orang tua tidak mampu, maka boleh mengaqiqahi anak laki-laki dengan satu ekor kambing. Sedangkan anak perempuan cukup dengan satu ekor kambing.

Anjuran aqiqah ini merupakan kewajiban seorang ayah sebagai orang yang menanggung nafkah anak. Jika pada saat yang ditentukan orang tua belum mampu melaksanakan sunah tersebut karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, maka anak bisa mengaqiqahi dirinya sendiri kelak saat dewasa.

Mengenai hal ini Imam Hasan Al Bashri pernah berkata  “aqiqah itu dianjurkan baginya, dia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri sebab dengan demikian dia tergadaikan dengan aqiqahnya. Karena itu, dianjurkan baginya untuk membebaskan dirinya”.

Syekh Abdul Aziz bin Baz pun pernah menjelaskan, “Bahwasanya, dianjurkan untuk melakukan aqiqah untuk diri sendiri. Karena aqiqah sunah yang sangat ditekankan. Bilamana orang tua anak tidak melaksanakannya, disyariatkan untuk melaksanakan aqiqah tersebut jika telah mampu. Hal ini berdasarkan beberapa hadis, salah satunya sabda Rasulullah saw. :

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur dan diberi nama.

Kata “tergadai” (مُرْتَهَنٌ) berarti harus dilaksanakan dan ditunaikan kapan pun dan oleh siapapun. Jika masih hari ke-7 atau sebelum balig, maka menjadi tanggungan orang tua. Namun jika sudah lewat, maka boleh dilaksanakan oleh siapapun temasuk oleh anak itu sendiri, jika dia mampu. Kata ‘boleh’ dalam hal ini bukan berati sunah.

Jadi tidak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan termasuk dalam melaksanakan aqiqah. Namun, akan lebih baik lagi jika mempersiapkan biaya aqiqah semenjak dinyatakan positif hamil sehingga dengan demikian aqiqah dapat dilaksanakan tepat waktu. Apalagi saat ini sudah banyak jasa layanan aqiqah yang harganya cukup terjangkau dan praktis. Jadi, selain tidak ada kata terlambat untuk melaksanakan aqiqah, juga tidak ada alasan lagi untuk menunda aqiqah karena kesibukan kedua orang tua.